Di antara perkara yang perlu diketahui pada hari-hari Dzulhijjah adalah bahwa takbir muqayyad dimulai pada *tanggal 9 Dzulhijjah,* yaitu sejak selesai shalat Subuh hari Arafah bagi yang tidak berhaji.
Artinya besok sudah bisa kita amalkan.
Adapun akhir dari takbir muqayyad adalah sampai Ashar tanggal 13 Dzulhijjah.
Dalilnya :
- Hadits Jabir
عَنْ جَابِرٍ قَالَ: ” كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَبِّرُ يَوْمَ عَرَفَةَ صَلَاةَ الْغَدَاةِ إِلَى صَلَاةِ الْعَصْرِ آخِرَ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ “
Dari Jabir, dia berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi was sallam dahulu biasa bertakbir mulai pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) ba'da shalat shubuh sampai shalat Ashar pada akhir hari-hari tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah)”.
(HR. Al-Baihaqi di dalam As-Sunan Al-Kubro, no. 6278)
- Atsar Umar bin Khattab
عَنْ عُمَرَ «أَنَّهُ كَانَ يُكَبِّرُ مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ يَوْمَ عَرَفَةَ، إِلَى صَلَاةِ الظُّهْرِ مِنْ آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ»
Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau dulu bertakbir mulai (bakda) shalat shubuh pada hari Arofah (tanggal 9 Dzulhijjah) sampai sholat Zhuhur pada akhir hari-hari tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah).
(HR. Ibnu Abi Syaibah, no. 5635; Al-Baihaqi di dalam As-Sunan Al-Kubro, no. 6273)
- Atsar Ibnu Abbas
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ” أَنَّهُ كَانَ يُكَبِّرُ مِنْ غَدَاةِ عَرَفَةَ إِلَى صَلَاةِ الْعَصْرِ مِنْ آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ “.
Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau tidak bertakbir setelah maghrib (malam tanggal 14 Dzluhijjah).
(HR Al-Baihaqi di dalam As-Sunan Al-Kubro, no. 6276, 6277. Syaikh Al Albani mengatakan di dalam Irwaul Gholil, no. 654: Sanadnya shahih)
Takbir Muqayyad: Dilakukan setiap selesai melaksanakan salat fardu (wajib). Waktu pelaksanaannya dimulai sejak subuh tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) hingga waktu Asar pada tanggal 13 Dzulhijjah (hari tasyrik terakhir).
Takbir Mursal: Merupakan takbir yang bisa dikumandangkan kapan saja dan di mana saja, baik di rumah, jalan, maupun masjid. Waktunya dimulai sejak malam 10 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik (13 Dzulhijjah).
Baarakallahu fiikum…